Bimas Kristen Hadiri Peluncuran E-Learning ASN Berintegritas, Perkuat Komitmen Budaya Antikorupsi
Rabu, 11 Maret 2026, 21:54:57 WIB

Jakarta (DBK)---Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen turut ambil bagian dalam peluncuran program E-Learning ASN Berintegritas yang digagas Kementerian Agama bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung hadir bersama para pejabat eselon II serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Ditjen Bimas Kristen sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penguatan budaya integritas di lingkungan Kementerian Agama.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa ASN yang berintegritas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, integritas tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga sebagai komitmen moral untuk menjalankan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, serta bebas dari konflik kepentingan.
“ASN berintegritas harus mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, serta berani menolak berbagai praktik korupsi seperti gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan nepotisme,” ujar Menag.
Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa integritas merupakan nilai moral yang sejalan dengan ajaran agama. Karena itu, peningkatan kesadaran, pemahaman, dan kompetensi ASN menjadi sangat penting agar mampu menghadapi berbagai situasi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.
Dengan jumlah ASN Kementerian Agama yang mencapai sekitar 354.508 orang, menurutnya, tanggung jawab yang diemban tidak hanya sebagai aparatur negara tetapi juga sebagai representasi nilai-nilai keagamaan yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.
Program E-Learning ASN Berintegritas sendiri menargetkan sekitar 42.000 peserta dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menanamkan budaya antikorupsi melalui pendidikan integritas yang berkelanjutan.
“Pemberantasan korupsi tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pendidikan integritas yang konsisten,” katanya.
Menag juga mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk memanfaatkan momentum bulan Ramadan sebagai waktu refleksi guna memperkuat komitmen menjaga integritas dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
“Dengan integritas yang kuat, kita dapat menjaga kehormatan institusi, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan birokrasi Kementerian Agama yang profesional, bersih, dan berakhlak,” tegasnya.
Keikutsertaan jajaran Ditjen Bimas Kristen dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendukung terciptanya budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan berintegritas di lingkungan Kementerian Agama. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas ASN, termasuk di lingkungan Bimas Kristen, dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan bebas dari praktik korupsi.
Berita Terkait
- WFH Tiap Jumat, Menag : Cara Kerja Baru Harus Tetap Hadirkan Layanan untuk Umat
- Kemenag Perkuat Layanan Prioritas di Tengah Keterbatasan Anggaran 2026
- Wamenag Pimpin Rakor Kebijakan Strategis, Kemenag Perkuat Arah Layanan Umat
- Menag Instruksikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal Meski WFH
- Halal Bihalal Kementerian Agama 2026, Menag:"Momentum Bersihkan Hati dan Perkuat Kinerja ASN".
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali