Dukung Penguatan SPIP, Ditjen Bimas Kristen Identifikasi Risiko Layanan Pendidikan

Kamis, 16 April 2026, 13:29:50 WIB

Jakarta (DBK)---Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama terus memperkuat tata kelola organisasi melalui penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Upaya ini diwujudkan melalui rapat koordinasi pembahasan pengisian matriks Sasaran Strategis yang digelar pada Kamis, 16 April 2026, di Ruang Rapat Pendidikan, Gedung Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Lantai 11, Jakarta.

Rapat secara resmi dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Kristen dan dihadiri oleh jajaran staf terkait. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan organisasi yang semakin akuntabel, transparan, dan terukur.

Dalam arahannya, ditegaskan bahwa penyusunan target dalam matriks Sasaran Strategis tidak dilakukan secara subjektif. Seluruh indikator kinerja merujuk pada Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama, sehingga setiap capaian di lingkungan Bimas Kristen tetap selaras dengan visi dan arah kebijakan kementerian secara menyeluruh.

Rapat ini juga menyoroti pentingnya identifikasi risiko sebagai langkah preventif dalam pelaksanaan program. Untuk itu, dilakukan pengisian Peta Risiko dengan pendekatan terstruktur, meliputi skala penilaian risiko dari angka 1 hingga 15 serta mekanisme pengumpulan data melalui survei dan koordinasi teknis guna memastikan validitas hasil.

Tak hanya itu, guna memperkuat koordinasi lintas unit, Bimas Kristen memanfaatkan sistem digital berbasis Google Sheet dalam memantau tujuh Sasaran Strategis utama. Melalui sistem ini, setiap pemangku kepentingan dapat melakukan pembaruan data secara real-time, sehingga proses monitoring dan evaluasi menjadi lebih efektif dan responsif.

Melalui langkah strategis ini, Ditjen Bimas Kristen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memitigasi berbagai potensi risiko. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat, khususnya lembaga pendidikan Kristen di Indonesia, dapat semakin optimal dan berdaya saing.

Berita Terkait