Bimas Kristen Paparkan Implementasi Ekoteologi dan Gerakan Indonesia ASRI kepada Wamenag

Senin, 20 April 2026, 14:21:54 WIB

Jakarta (DBK)---Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, didampingi Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, John Tilaar, menghadiri rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Agama pada Senin (20/4) bersama seluruh Pejabat Eselon 1 dan 2 di lingkungan Kementerian Agama. Dalam pertemuan tersebut, Dirjen Bimas Kristen memaparkan laporan implementasi program Ekoteologi dan Gerakan Indonesia ASRI yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Menteri Agama.

Dalam paparannya, Jeane Marie Tulung menjelaskan bahwa sejak gerakan Indonesia ASRI digaungkan oleh Prabowo Subianto pada awal tahun 2026, Bimas Kristen segera merespons dengan mengeluarkan imbauan resmi. Imbauan tersebut disebarluaskan secara masif kepada gereja-gereja melalui sinode, perguruan tinggi keagamaan, satuan pendidikan, para pembimbing masyarakat (pembimas), hingga penyuluh agama Kristen di seluruh Indonesia.

Gerakan pelestarian lingkungan ini kemudian digerakkan secara serentak, mulai dari tingkat sinode gereja hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri dan sekolah-sekolah Kristen di berbagai daerah.

Di sektor gereja, Bimas Kristen telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai sinode. Tindak lanjut dari kerja sama tersebut antara lain berupa kegiatan penanaman pohon di lingkungan gereja, kantor sinode, serta rumah-rumah jemaat. Selain itu, pemasangan biopori juga dilakukan di sejumlah tempat ibadah sebagai upaya mendukung konservasi lingkungan.

Bimas Kristen juga terus mengintensifkan sosialisasi program Indonesia ASRI dan Ekoteologi kepada komunitas gereja guna memperkuat kesadaran ekologis berbasis iman.

Sementara itu, di sektor pendidikan, program Ekoteologi telah diintegrasikan melalui penyelenggaraan seminar serta dimasukkan ke dalam materi pembelajaran di kampus dan sekolah. Perguruan tinggi dan satuan pendidikan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan maupun yayasan dalam program pengolahan sampah.

Program tersebut mencakup pengolahan sampah dapur yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain itu, dilakukan penertiban pemasangan baliho di lingkungan pendidikan agar lebih tertata, serta pengurangan penggunaan plastik dengan mengimbau siswa dan mahasiswa membawa tumbler pribadi.

Lebih lanjut, para dosen dan guru diarahkan untuk secara konsisten mengaitkan nilai-nilai gerakan Indonesia ASRI dalam setiap proses pembelajaran sebagai bagian dari pembiasaan budaya ramah lingkungan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bimas Kristen berharap implementasi Ekoteologi dan Gerakan Indonesia ASRI dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata dalam upaya pelestarian lingkungan di Indonesia.

Berita Terkait