Ditjen Bimas Kristen Susun Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Tematik 2026
Kamis, 30 April 2026, 21:51:48 WIB

Jakarta (DBK) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama menggelar rapat penyusunan rencana aksi Reformasi Birokrasi Tahun Anggaran 2026. Rapat ini secara khusus membahas Reformasi Birokrasi Tematik yang difokuskan pada penyelesaian akar persoalan tata kelola di sektor prioritas, sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Tim Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Sekretariat Ditjen Bimas Kristen, Marthin Siagian ini, diikuti oleh para pejabat fungsional dan pelaksana dari tiga subdirektorat pada Direktorat Urusan Agama Kristen serta tiga subdirektorat pada Direktorat Pendidikan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen, bertempat di ruang rapat Ditjen Bimas Kristen, Kamis (30/04/2026).
Diketahui Reformasi Birokrasi terbagi dalam dua skema, yakni Reformasi Birokrasi General dan Reformasi Tematik. Untuk tahap ini, Ditjen Bimas Kristen memfokuskan pembahasan pada Reformasi Birokrasi Tematik yang diarahkan untuk menjawab isu-isu strategis nasional.
Terdapat enam tema utama dalam Reformasi Birokrasi Tematik 2026, yaitu:
1. Pengentasan Kemiskinan
2. Peningkatan Investasi
3. Mendorong Hilirisasi
4. Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan
5. Ketahanan Pangan Nasional
6. Peningkatan Akses, Kualitas, dan Mutu
Pendidikan.
Dari enam tema tersebut, Ditjen Bimas Kristen memfokuskan pada tema yang selaras dengan tugas dan fungsinya, khususnya pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta peningkatan kualitas pendidikan.
Rapat menghasilkan 17 rencana aksi awal yang mencakup program di bidang pendidikan dan urusan agama. Hasil ini selanjutnya akan diagregasikan dengan rencana aksi dari unit eselon I lainnya di bawah koordinasi Biro Ortala, untuk menjadi rencana aksi Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2026.
Ketua Tim Ortala Sekretariat Ditjen Bimas Kristen, Marthin Siagian, menyampaikan bahwa pelaksanaan Reformasi Birokrasi 2026 menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Reformasi Birokrasi 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Kemenag secara umum dan Ditjen Bimas Kristen secara khusus di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Sehingga target dan proyeksi Reformasi lebih bersifat optimalisasi tugas SDM, kolaborasi lintas instansi, serta pembenahan tata kelola dan regulasi sehingga nanti Ditjen Bimas Kristen lebih siap menghadirkan program-program yang lebih berkualitas dan lebih berdampak bagi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Melalui penyusunan rencana aksi ini, Ditjen Bimas Kristen menegaskan komitmennya untuk terus mendorong tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada hasil, sejalan dengan arah kebijakan Reformasi Birokrasi nasional. (Ev)
Berita Terkait
- Dari Bandara ke Pengabdian: Kisah Anro Sinurat Menjemput Mimpi Menjadi Abdi Negara
- 50 CPNS Ditjen Bimas Kristen Resmi Dilantik Menjadi PNS
- Kolaborasi Empat Satker Kemenag Gelar Pemusnahan Arsip Massal Wujudkan Tertib Administrasi
- Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual
- Kemenag Perketat Validasi Data dan Terapkan Sistem Satu Pintu Informasi Terpusat
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Dirjen Bimas Kristen: Dedikasi Kabag Umum BMN Akan Selalu Dikenang
Dibaca: 1800 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali