Yan Kristianus Kadang Tutup Usia, Tinggalkan Jejak Pengabdian bagi Umat

Sabtu, 02 Mei 2026, 21:34:53 WIB

Jakarta (DBK)---Kementerian Agama menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Yan Kristianus Kadang, yang pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Papua Barat, serta Kepala Biro Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.

Ibadah pemakaman dilaksanakan hari ini, Sabtu, (02/05/2026) di rumah duka kawasan Jakarta Timur, sebelum jenazah dimakamkan di TPU Pondok Rangon. Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, diantaranya Menteri Agama periode 2014–2019 Lukman Hakim Saifuddin, bersama istri Trisna Willy Lukman, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Helmi Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Johni Tilaar, Direktur Pendidikan Kristen Suwarsono, serta jajaran pegawai dan para pensiunan.

Dalam sambutannya, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan refleksi atas peristiwa kematian. Ia menegaskan bahwa bagi orang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, kematian merupakan jalan kembali ke rumah.

“Kematian bagi orang yang beriman berarti kembali ke rumahnya. Ada dua nasihat yang bisa kita petik dari peristiwa kematian, yaitu yang tertulis dan yang tidak tertulis. Yang tertulis adalah firman dalam kitab suci, sedangkan yang tidak tertulis adalah sosok yang telah berpulang, yang mengingatkan kita bahwa hidup ini sementara,” ujarnya.

Ia juga memberikan kesaksian pribadi mengenai almarhum. “Saya bersaksi bahwa beliau adalah orang yang baik. Menurut saya, almarhum adalah sosok yang berjasa dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan kehidupan keberagamaan umat Kristen di Indonesia. Saya mengucapkan turut berdukacita kepada keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, dalam sambutannya mengenang kebersamaan dan dinamika kerja bersama almarhum. Ia menggambarkan hubungan kerja mereka dengan penuh keakraban.

“Pengalaman bekerja dengan beliau ibarat kucing dan tikus—ada ketidakcocokan, tetapi saling membutuhkan. Namun justru di situlah terbangun kerja yang saling melengkapi.” ungkapnya.

Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul, dan akrab dengan banyak pejabat di Kementerian Agama, disenangi banyak orang dan memiliki kasih yang besar, terutama terhadap keluarga. “Saya tahu benar bahwa beliau sangat mencintai dan menyayangi keluarganya,” tuturnya.

Kepergian Yan Kristianus Kadang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Kementerian Agama, khususnya Ditjen Bimas Kristen. Dedikasi dan pengabdiannya selama ini menjadi teladan bagi seluruh aparatur dalam melayani umat dan bangsa.

Berita Terkait