Home

SAMBUTAN NATAL DIRJEN BIMAS KRISTEN

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

TOTAL PENGAKSES

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini52
mod_vvisit_counterHari Kemarin666
mod_vvisit_counterMinggu Ini1906
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin6287
mod_vvisit_counterBulan Ini1400
mod_vvisit_counterBulan Kemarin29464
mod_vvisit_counterTotal Pengakses472797

GALERI FOTO KEGIATAN DIRJEN BIMAS KRISTEN

SELAMAT DATANG DI WEBSITE DITJEN BIMAS KRISTEN
Workshop Beban Kerja Dosen Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen Di Makassar PDF Print
Ditulis Oleh: Levina Nahumury / Roynardo Tambunan   
Minggu, 25 Nopember 2012 17:57

Makassar, DBK-Bertempat di Hotel Grand Wisata, Makassar, Sulawesi Selatan, Ditjen Bimas Kristen melalui Subdit Pendidikan Tinggi melaksanakan Workshop Beban Kerja Dosen Pada Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen (PTT/AK). Workshop yang dilaksanakan sejak tanggal 22-24 Nopember 2012 itu bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan pemenuhan dosen PTT/AK dalam melaksanakan beban tugas profesional dan Tridharma Perguruan Tinggi, meningkatkan proses dan hasil pelaksanaan beban tugas secara profesional dan memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi serta menciptakan suasana akademik yang kompetitif untuk menjamin kelancaran tugas profesional, tugas utama dan tugas tambahan bagi dosen PTT/AK.

Dirjen Bimas Kristen Saur Hasugian dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pembimas Kristen Provinsi Sulawesi Selatan Yohanes Lora Pangalingan mengatakan bahwa Beban Kerja Dosen (BKD) adalah sejumlah tugas yang wajib dilaksanakan oleh seorang dosen sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya pada Pendidikan dalam konteks Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan Ilmu, serta Pengabdian pada Masyarakat. Dosen yang kompeten dalam melaksanakan tugasnya secara profesional adalah dosen yang memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang diperlukan dalam praktek pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selengkapnya...
 
Sekditjen Bimas Kristen Membuka Secara Resmi Konsultasi SAKPA Pada Ditjen Bimas Kristen dan Jajarannya PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Minggu, 25 Nopember 2012 13:11

Bogor, DBK-“Laporan keuangan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pengelolaan keuangan secara keseluruhan. Laporan keuangan merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu lembaga pemerintah dalam mendapatkan opini terbaik dari BPK. Kita patut bersyukur, bahwa hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Kementerian Agama tahun 2011 yang diperiksa BPK pada tahun 2012, Kementerian Agama mendapatkan opini terbaik, yaitu WTP (Wajar Tanpa Pengecualian, meskipun masih DPP (Dengan Paragraf Penjelasan)”, papar Sekditjen Bimas Kristen Oditha R. Hutabarat ketika memberikan kata sambutan Dirjen Bimas Kristen dan sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Konsultasi Pengelola Aplikasi SAKPA Ditjen Bimas Kristen dan Jajarannya, Kamis (22/11/2012), di Hotel Santo Djaya, Cisarua, Bogor.

“Untuk mewujudkan tranparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, diperlukan penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang telah diterima secara umum dan diatur dalam UU No. 17 Tahun 2003. Sedangkan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara menyatakan bahwa perlu diselenggarakan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Pusat yang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama, dan kesemuanya membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dalam aplikasi laporan keuangan,” tutur Sekditjen.

Selengkapnya...
 
Sekditjen: "Penataan Pegawai Harus Sesuai Kompetensinya! Kuncinya Adalah Analisis Jabatan Dan Analisis Beban Kerja" PDF Print
Ditulis Oleh: Ria Widyatiningsih / Roynardo Tambunan   
Rabu, 21 Nopember 2012 09:50

Bogor, DBK-Dalam rangka pelaksanaan program Reformasi Birokrasi, perlu dilaksanakan penataan dan penyempurnaan kelembagaan, ketatalaksanaan dan kepegawaian di lingkungan Kementerian Agama. Untuk penataan dan penyempurnaan kelembagaan, ketatalaksanaan dan kepegawaian sangat diperlukan suatu Analisis Beban Kerja. Analisis Beban Kerja (Work Load Analysis) adalah suatu teknik manajemen yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi tentang efisiensi dan prestasi kerja suatu organisasi atau pemangku jabatan, dan informasi tentang volume kerja organisasi atau pemangku jabatan.

Analisis Beban Kerja juga menghasilkan suatu tolok ukur bagi pegawai/unit organisasi dalam melaksanakan tugasnya, yaitu berupa capaian waktu penyelesaian kerja, tingkat efisiensi kerja, standar beban dan prestasi kerja, penyusunan formasi pegawai, penyempurnaan sistem prosedur kerja dan manajemen lainnya. Dengan adanya hasil Analisis Beban Kerja, menjadi dasar untuk memperoleh besaran dan ukuran organisasi yang tepat, jumlah dan kualitas pegawai yang proposional sesuai kebutuhan organisasi. Dasar penyusunan Analisis Beban Kerja ini adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. Kep/75/M.PAN/7/2004, tanggal 25 Juli 2004 tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja Dalam Rangka Penyusunan Formasi PNS.

Selengkapnya...
 
Merencanakan Program Dan Kegiatan Haruslah Berbasis Kinerja, Bukan Berdasarkan Kepada Besar Kecilnya Anggaran Yang Tersedia PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Rabu, 17 Oktober 2012 14:00

Bandung, DBK-"Dalam melaksanakan Peraturan Pemerintah No. 90 Tahun 2010 Tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, maka setiap Kementerian/Lembaga berkewajiban menyusun rencana kerja dan anggaran secara efektif, efisien dan akuntabel. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dan Jajarannya perlu mempersiapkan lebih awal penyusunan rencana kerja dan anggaran untuk mengantisipasi dan mendeteksi permasalahan dan kendala yang mungkin timbul ditahun anggaran berjalan," terang Sekditjen Oditha R. Hutabarat dalam sambutannya.

"Rencana Kerja (Renja) merupakan rencana kerja tahunan yang harus dibuat oleh setiap instansi/lembaga pemerintah, sehingga dapat menjabarkan setiap kegiatan yang dibuatnya selama satu tahun anggaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan skala prioritas dan anggaran yang tersedia."

Sekditjen menambahkan "Kita merencanakan program dan kegiatan haruslah berbasis kinerja, bukan berdasarkan kepada besar kecilnya anggaran yang tersedia. Karenanya, pemerintah sangat berhati-hati sekali dalam menggulirkan anggaran kalau bukan berbasis kinerja. Juga sangat disarankan untuk membuat program dan kegiatan dengan skala prioritas. Banyak yang penting, tapi mana yang paling penting untuk dikerjakan terlebih dahulu."

Selengkapnya...
 
Kurikulum Harus Mengacu Pada Standar Nasional Pendidikan Yang Dikembangkan Sesuai Dengan Satuan Pendidikan, Potensi Daerah Dan Kemampuan Peserta Didik PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Minggu, 14 Oktober 2012 15:09

Bogor, DBK-Ditjen Bimas Kristen melalui Subdit Pendidikan Menengah mengadakan kegiatan Konsultasi Penyusunan Draft Kurikulum Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) di Hotel Santo Djaya, Cisarua, Bogor, tanggal 11-13 Oktober 2012. Ini merupakan bentuk pelaksanaan atas amanat PP No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang didalamnya dijelaskan bahwa Jenjang Pendidikan Keagamaan tingkat menengah selain Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) ada juga Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekditjen Bimas Kristen, Oditha R. Hutabarat. Dalam sambutannya Sekditjen menyampaikan pesan dari Dirjen Bimas Kristen agar "melalui konsultasi ini para Kepala Sekolah dan Bidang Kurikulum dari berbagai sekolah serta para pakar pendidikan dan kurikulum yang diundang dapat merumuskan Kurikulum yang tepat dan elegan untuk Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK). Pengembangan kurikulum nantinya harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan kemampuan peserta didik," tutur Sekditjen Bimas Kristen.

“Oleh sebab itu, melalui pertemuan ini diharapkan tersusunnya Draft Kurikulum Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK). Dengan hadirnya SMAK dalam kancah pendidikan dan berlandaskan kurikulum yang tepat serta elegan, semoga dapat memberikan sumbangsih dengan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas bagi bangsa dan negara yang kesemuanya hanya untuk kemuliaan nama Tuhan saja,” demikian harapan Dirjen Bimas Kristen dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekditjen Bimas Kristen.

Selengkapnya...
 
Menjadi Transparan Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Penyelenggara Negara Kepada Rakyat PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Jumat, 12 Oktober 2012 17:11

Yogyakarta, DBK-Terbitnya UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), merupakan bukti dari keseriusan pemerintah untuk membenahi sistem birokrasi dalam penyelenggaraan negara.  UU KIP juga diterbitkan sebagai jawaban atas tuntutan rakyat kepada pemerintah agar terciptanya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Keseriusan ini didukung penuh oleh seluruh Kementerian/Lembaga pemerintah, tak terkecuali Ditjen Bimas Kristen (DBK) sebagai unit kerja di Kementerian Agama Republik Indonesia. DBK melalui Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi, baru-baru ini mengadakan kegiatan Workshop Media Informasi Elektronik Ditjen Bimas Kristen Beserta Jajarannya Tahun 2012 di Hotel Gowongan Inn, Yogyakarta, 09-12 Oktober 2012. Kegiatan tersebut diadakan untuk memberikan kemampuan baru bagi para pengelola data dan informasi di unit kerja pusat dan satuan kerja daerah Ditjen Bimas Kristen terhadap Media Informasi Elektronik sebagai sarana inventarisir data dan publikasi informasi. Juga, kegiatan tersebut memberikan wawasan penting kepada setiap peserta akan informasi yang boleh dan tidak boleh untuk dipublikasikan sesuai dengan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP.

Selengkapnya...
 
«Awal<-123456789->Akhir»

Halaman 5 dari 9
 

RENUNGAN IMAN KITA

 

MENABUR KEBAIKAN

 

Selamat menjalani minggu kerja yang indah dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Kembali lagi dalam renungan iman minggu ini. Saudara yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Berikut ada sebuah cerita singkat mengenai pentingnya hukum menabur dan menuai dalam kehidupan kita. Langsung saja saudara kita simak cerita berikut ini:

Dikisahkan disebuah desa di Camden, New Jersey, Amerika Serikat ada seorang anak lelaki yang miskin yang pekerjaannya menjual barang dari rumah ke rumah. Dia sangat kelaparan dan di kantong celananya ia hanya punya uang sedikit sekali, tidak cukup untuk beli makanan. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap ketika pintu dibuka oleh seorang gadis muda. Dia urung meminta makanan, dan hanya minta segelas air saja.

Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.

“Ibu mengajarkan saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kita,” jawab si gadis.

“Aku berterima kasih sekali dari hatiku yang paling dalam…” balas anak lelaki itu setelah menenggak habis susunya.

Belasan tahun berlalu, gadis itu pun tumbuh menjadi wanita dewasa, namun sayang dia didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.

Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terlihat gelagat aneh di mata sang dokter.

Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersebut. Benar saja, dia langsung mengenali wanita itu. Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu  pun menerima amplop resume tagihan biaya Rumah Sakit. Wajahnya pun pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu membayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas resume tagihan tersebut.

“Telah dibayar lunas dengan segelas susu…” tertanda, dr. Howard A. Kelly.

Howard Atwood Kelly, MD (20 Pebruari 1858 – 12 Januari 1943) adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut. Cerita singkat diatas disadur dari buku pengalaman dr. Howard Atwood Kelly, MD seorang dokter ahli Ginekology dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dari cerita singkat diatas, dapat kita petik pelajaran berharga bahwa, dalam hidup ini kita tidak akan pernah tahu masa depan kita, semuanya ada dalam rencana dan karya Tuhan. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha dan menyerahkan hidup kita kedalam tangan kasih karunia Tuhan. Ada hukum menabur dan menuai dalam cerita diatas, karenanya kita jangan pernah ragu berbuat baik kepada siapapun dan jangan pernah mengharap balasannya. Karena pada akhirnya, buah perbuatan baik kita akan selalu mengikuti kita, amin.

(Galatia 6:7-10) “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."

LIPUTAN KHUSUS PESPARAWI NASIONAL X TAHUN 2012

Tanggal: 09 Juli 2012, 15.54
munas
13510
Tanggal: 07 Juli 2012, 15.38
etnik
14240
Tanggal: 06 Juli 2012, 23.30
psdc
18790
Tanggal: 06 Juli 2012, 11.09
vg
15330
Tanggal: 06 Juli 2012, 11.08
sapapi
15570
Tanggal: 05 Juli 2012, 19.18
psw
19650
Tanggal: 04 Juli 2012, 18.24
solo
13980
Tanggal: 03 Juli 2012, 14.29
rapatjuri
17290
Tanggal: 02 Juli 2012, 15.56
seminar
14320

SURVEI ANDA!

Sudahkah anda mengetahui tugas & fungsi Ditjen Bimas Kristen?
 

FORM REGISTRASI



ARSIP BERITA UTAMA