Home

SAMBUTAN NATAL DIRJEN BIMAS KRISTEN

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

TOTAL PENGAKSES

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini197
mod_vvisit_counterHari Kemarin530
mod_vvisit_counterMinggu Ini1996
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin4007
mod_vvisit_counterBulan Ini13262
mod_vvisit_counterBulan Kemarin14873
mod_vvisit_counterTotal Pengakses366331

GALERI FOTO KEGIATAN DIRJEN BIMAS KRISTEN

SELAMAT DATANG DI WEBSITE DITJEN BIMAS KRISTEN
Menjadi Transparan Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Penyelenggara Negara Kepada Rakyat PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Jumat, 12 Oktober 2012 17:11

Yogyakarta, DBK-Terbitnya UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), merupakan bukti dari keseriusan pemerintah untuk membenahi sistem birokrasi dalam penyelenggaraan negara.  UU KIP juga diterbitkan sebagai jawaban atas tuntutan rakyat kepada pemerintah agar terciptanya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Keseriusan ini didukung penuh oleh seluruh Kementerian/Lembaga pemerintah, tak terkecuali Ditjen Bimas Kristen (DBK) sebagai unit kerja di Kementerian Agama Republik Indonesia. DBK melalui Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi, baru-baru ini mengadakan kegiatan Workshop Media Informasi Elektronik Ditjen Bimas Kristen Beserta Jajarannya Tahun 2012 di Hotel Gowongan Inn, Yogyakarta, 09-12 Oktober 2012. Kegiatan tersebut diadakan untuk memberikan kemampuan baru bagi para pengelola data dan informasi di unit kerja pusat dan satuan kerja daerah Ditjen Bimas Kristen terhadap Media Informasi Elektronik sebagai sarana inventarisir data dan publikasi informasi. Juga, kegiatan tersebut memberikan wawasan penting kepada setiap peserta akan informasi yang boleh dan tidak boleh untuk dipublikasikan sesuai dengan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP.

Selengkapnya...
 
Tingkatkan Nilai Profesionalisme Melalui Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Tanpa Pamrih PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Sabtu, 29 September 2012 21:25

Kupang, DBK-"Memiliki perguruan tinggi negeri adalah sebuah anugerah Allah yang harus dijaga dan dipelihara, bahkan dipertanggungjawabkan kepada Allah sebagai pemberi anugerah. Oleh karenanya, perguruan tinggi baik swasta maupun negeri tidak terlepas dari pengorbanan, perhatian, kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sebagaimana ditetapkan sebelumnya. Tujuan bersama yang saya maksudkan adalah berdirinya STAKN Kupang," Dirjen Bimas Kristen ketika membuka kata sambutannya pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan Eselon IV STAKN Kupang, Sabtu (29/09/2012) di Hotel Swiss BelInn, Kupang.

"Oleh karena itu kepada semua yang telah bersusah payah, sampai diresmikannya STAKN Kupang jangan berhenti sampai di sini, tetapi mari kita satukan hati dan langkah untuk meningkatkan kualitas STAKN Kupang yang kita cintai ini, dengan meningkatkan predikat akreditasinya dari predikat C menjadi predikat A bahkan A+, serta peningkatan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut bahkan Universitas," Dirjen melanjutkan.

"Perguruan tinggi tidak boleh berdiri sebagai “Menara Gading” ditempat masyarakat dan kehidupan berbangsa. Perguruan tinggi agama dalam kedudukannya sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah setara dengan perguruan tinggi umum lainnya ditanah air. Namun, dari segi misi pendidikan serta wawasan almamaternya, perguruan tinggi agama memiliki ciri yang beda dengan perguruan tinggi umum".

Selengkapnya...
 
Menteri Agama Lantik Harun Y. Natonis Sebagai Ketua STAKN Kupang PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Sabtu, 29 September 2012 20:02

Kupang, DBK-Sabtu, (29/09/2012) di ruang pertemuan Hotel Swiss BelInn, Kupang, Menteri Agama Suryadharma Ali melantik Harun Y. Natonis sebagai Ketua STAKN Kupang yang baru. Menteri dalam sambutannya mengatakan aparatur Kementerian Agama di daerah perlu mempertajam fokus perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merupakan motor pengerak organisasi dan pelayanan keagamaan. "Tugas aparatur Kementerian Agama di daerah harus sesuai dengan kapasitasnya dan harus dapat menjadi rujukan informasi bagi umat beragama, terutama menyangkut isu-isu keagamaan yang berkembang dan menjadi perhatian publik dewasa ini", papar Menag.

Menteri menegaskan bahwa tugas Kementerian Agama yakni di bidang pendidikan agama, kehidupan umat beragama, pembinaan ibadah haji dan pembinaan kerukunan umat beragama serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel akan selalu bersentuhan dengan banyak aspek yang berkembang di tengah masyarakat. "Dalam melaksanakan tugasnya Kementerian Agama selalu berpacu dengan perkembangan dan isu-isu keagamaan yang aktual. Karenanya, perlu penyikapan dan penanganan secara cerdas dan bermartabat," kata Menag.

Menag menambahkan "Untuk memelihara dan mewujudkan kerukunan umat beragama berbagai komunitas, perlu melibatkan para tokoh umat beragama di seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu aparatur Kementerian Agama tidak cukup hanya pintar, tetapi harus pandai dan piawai di tengah-tengah masyarakat".

Selengkapnya...
 
"MULAILAH BEKERJA DARI APA YANG ADA" - STAK Kupang Resmi Menjadi STAK Negeri Kupang PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Jumat, 28 September 2012 11:43

Kupang, DBK-Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang, Nusa Tenggara Timur yang dahulu adalah STAK Kupang resmi menjadi Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri yang ketujuh di Indonesia. Peresmian STAK Kupang menjadi STAKN Kupang dilakukan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, Jumat (28/9/2012). Menteri Agama hadir selain meresmikan STAKN Kupang, juga hadir untuk melantik Ketua STAKN Kupang yang baru Harun Y. Natonis, sekaligus membuka secara resmi Rakor Lingkup Kanwil Kementerian Agama Se-Provinsi NTT, (29/9/2012).

Menurut Menteri Agama, STAKN Kupang dalam proses penegeriannya dilakukan atas dasar permintaan dan kebutuhan masyarakat dan pemerintah setempat. “Perjuangan berat Lembaga Pendiri STAK Kupang dan pemda selama kurang lebih tiga tahun untuk memperoleh status negeri, telah mendapat hasil yakni dengan diterbitkannya Peraturan Presiden No. 69 Tahun 2011 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Peraturan Menteri Agama No. 6 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur", imbuh Menag.

"Dengan status negeri yang disandang STAKN Kupang", lanjut Menag, "STAKN Kupang harus bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan kualitasnya, sehingga dapat menjadi barometer bagi perguruan tinggi agama dan keagamaan Kristen lainnya di propinsi NTT, Bali, dan NTB", jelas Menag.

Selengkapnya...
 
Pembentukan Karakter Dapat Dilakukan Melalui Pendidikan Budi Pekerti Plus, Yang Melibatkan Aspek Pengetahuan, Perasaan dan Tindakan. PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Rabu, 05 September 2012 10:45

Cibogo, DBK-"Dewasa ini, pendidikan budi pekerti tidak lagi cukup untuk membentuk peserta didik yang memiliki kepribadian yang baik. Dibutuhkan suatu pendidikan budi pekerti yang tidak hanya melibatkan relasi sosial anak, tetapi juga melibatkan pengetahuan, perasaan dan perilaku anak yang berada dalam ranah pendidikan karakter.

Pembentukan karakter (character building) dapat dilakukan melalui pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling) dan tindakan (action). Tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasaan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyonsong masa depan, karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis", demikian sedikit dari sekian banyak poin penting dari sambutan Dirjen Bimas Kristen yang dibawakan oleh Kasubdit Pendidikan Dasar Foa'rota Telaumbanua.

Selengkapnya...
 
Faktor Manusia Tidak Hanya Dituntut Untuk Memproses Perubahan, Tetapi Harus Juga Turut Berproses Dalam Perubahan Itu PDF Print
Ditulis Oleh: Roynardo Tambunan   
Minggu, 19 Agustus 2012 16:32

Cianjur, DBK-"Berhasil atau tidaknya kinerja suatu organisasi sangat ditentukan oleh ketersediaan SDM yang profesional yang memiliki komitmen, kompetensi, karakter dan keberanian dalam pelaksanaan tugasnya. Demikian juga dengan capaian kinerja yang tidak hanya ditentukan oleh penguasaan pengetahuan yang mendalam (hardskill), tetapi juga sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku yang dimiliki oleh pegawai dalam menghadapi pekerjaan (softskill). Karena itu, peningkatan kinerja pegawai memegang peranan yang penting dalam pengelolaan organisasi. Peningkatan ini dilakukan antara lain melalui bentuk pendidikan dan pelatihan pegawai maupun orientasi".

"Sejalan dengan berkembangnya suatu organisasi, pegawai merupakan faktor utama dan penentu yang menjadi subyek pelaku perubahan (agent of change) sekaligus sebagai obyek yang harus dikelola secara benar, terencana secara komprehensif. Faktor manusia tidak hanya dituntut untuk memproses perubahan, tetapi harus juga turut berproses dalam perubahan itu. Sebagai agen perubahan, sumber daya manusia (SDM) dituntut memiliki kemampuan yang memadai, baik dari segi ilmu pengetahuan, keterampilan dan keahlian. Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan bagi SDM yang menangani penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dan Jajarannya", demikian penekanan sambutan Dirjen Bimas Kristen yang diwakili oleh Direktur Pendidikan Kristen Yan Kristianus Kadang.

Selengkapnya...
 
«Awal<-12345678->Akhir»

Halaman 5 dari 8
 

RENUNGAN IMAN KITA

 

MENABUR KEBAIKAN

 

Selamat menjalani minggu kerja yang indah dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Kembali lagi dalam renungan iman minggu ini. Saudara yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Berikut ada sebuah cerita singkat mengenai pentingnya hukum menabur dan menuai dalam kehidupan kita. Langsung saja saudara kita simak cerita berikut ini:

Dikisahkan disebuah desa di Camden, New Jersey, Amerika Serikat ada seorang anak lelaki yang miskin yang pekerjaannya menjual barang dari rumah ke rumah. Dia sangat kelaparan dan di kantong celananya ia hanya punya uang sedikit sekali, tidak cukup untuk beli makanan. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap ketika pintu dibuka oleh seorang gadis muda. Dia urung meminta makanan, dan hanya minta segelas air saja.

Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.

“Ibu mengajarkan saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kita,” jawab si gadis.

“Aku berterima kasih sekali dari hatiku yang paling dalam…” balas anak lelaki itu setelah menenggak habis susunya.

Belasan tahun berlalu, gadis itu pun tumbuh menjadi wanita dewasa, namun sayang dia didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.

Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terlihat gelagat aneh di mata sang dokter.

Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersebut. Benar saja, dia langsung mengenali wanita itu. Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu  pun menerima amplop resume tagihan biaya Rumah Sakit. Wajahnya pun pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu membayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas resume tagihan tersebut.

“Telah dibayar lunas dengan segelas susu…” tertanda, dr. Howard A. Kelly.

Howard Atwood Kelly, MD (20 Pebruari 1858 – 12 Januari 1943) adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut. Cerita singkat diatas disadur dari buku pengalaman dr. Howard Atwood Kelly, MD seorang dokter ahli Ginekology dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dari cerita singkat diatas, dapat kita petik pelajaran berharga bahwa, dalam hidup ini kita tidak akan pernah tahu masa depan kita, semuanya ada dalam rencana dan karya Tuhan. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha dan menyerahkan hidup kita kedalam tangan kasih karunia Tuhan. Ada hukum menabur dan menuai dalam cerita diatas, karenanya kita jangan pernah ragu berbuat baik kepada siapapun dan jangan pernah mengharap balasannya. Karena pada akhirnya, buah perbuatan baik kita akan selalu mengikuti kita, amin.

(Galatia 6:7-10) “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."

LIPUTAN KHUSUS PESPARAWI NASIONAL X TAHUN 2012

Tanggal: 09 Juli 2012, 15.54
munas
11760
Tanggal: 07 Juli 2012, 15.38
etnik
12510
Tanggal: 06 Juli 2012, 23.30
psdc
16380
Tanggal: 06 Juli 2012, 11.09
vg
13520
Tanggal: 06 Juli 2012, 11.08
sapapi
13320
Tanggal: 05 Juli 2012, 19.18
psw
17270
Tanggal: 04 Juli 2012, 18.24
solo
12280
Tanggal: 03 Juli 2012, 14.29
rapatjuri
15650
Tanggal: 02 Juli 2012, 15.56
seminar
12200

SURVEI ANDA!

Sudahkah anda mengetahui tugas & fungsi Ditjen Bimas Kristen?
 

FORM REGISTRASI



ARSIP BERITA UTAMA