Direktur Pendidikan Kristen Hadiri Wisuda STT Internasional Harvest ke-XXXII

Sabtu, 30 Agustus 2025, 13:39:24 WIB

Tangerang (DBK)---Mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Direktur Pendidikan Kristen, Suwarsono, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Wisuda Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest (STTIH) ke-XXXII yang digelar di Dome Harvest,Tangerang, Sabtu (30/8/2025).

Dalam sambutannya, Suwarsono menyampaikan pesan Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, yang menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari babak baru pengabdian para lulusan di tengah gereja, masyarakat, dan bangsa.

“Hari ini, Saudara-saudari sekalian tidak semata-mata menerima sebuah gelar akademik yang melekat di belakang nama, melainkan sebuah mandat eksistensial. Gelar adalah simbol pencapaian intelektual, tetapi mandat adalah panggilan untuk menghadirkan terang Injil di tengah masyarakat, sekaligus menjadi warga negara yang memikul tanggung jawab historis terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, beliau juga memberikan apresiasi tinggi kepada STT Internasional Harvest yang secara konsisten mencetak pelayan Kristus berkualitas. Menurutnya, lembaga pendidikan tinggi keagamaan Kristen memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang unggul, berintegritas, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

“STT Internasional Harvest bukan hanya mencetak rohaniwan, melainkan menjadi laboratorium peradaban rohani, tempat nilai-nilai iman diperdalam dan dipraktikkan untuk kehidupan bersama,” tambahnya.

Acara wisuda STT Internasional Harvest ini berlangsung penuh sukacita. Wisudawan dan wisudawati merayakan keberhasilan mereka bersama keluarga, dosen, serta seluruh civitas akademika kampus.

Mengusung tema “Peran STT Menuju Indonesia Emas 2045”, wisuda tahun ini juga mengingatkan para lulusan untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas. Suwarsono menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup hanya ditopang oleh aspek ekonomi dan teknologi, tetapi juga memerlukan fondasi moral, spiritual, serta etika kemanusiaan yang kokoh.

“Pembangunan menuju Indonesia Emas harus menghadirkan keadilan yang lahir dari kasih, kemajuan yang tidak mengorbankan kemanusiaan, serta persatuan yang dibangun lewat rekonsiliasi,” katanya.

Kepada para wisudawan, ia berpesan agar tidak berhenti belajar dan terus memperbarui diri di tengah dunia yang semakin kompleks. Ia juga mendorong agar ilmu teologi yang diperoleh dapat diwujudkan dalam pelayanan nyata di tengah masyarakat.

“Harapan kita, dari kampus ini akan terus lahir pemimpin-pemimpin berintegritas yang mampu berdiri di garda depan pembangunan bangsa sebagai garam dan terang dunia,” pungkasnya.

Berita Terkait