Dirjen Bimas Kristen Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag, Menag Dorong ASN Kuasai AI Berbasis Nilai Keagamaan

Minggu, 04 Januari 2026, 08:32:34 WIB

Jakarta (DBK)---Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Jeane Marie Tulung, bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Kristen menghadiri dan mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Banteng, Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang dalam amanatnya menekankan pentingnya adaptasi ASN Kementerian Agama terhadap perkembangan zaman, khususnya penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tanpa meninggalkan nilai keagamaan dan kemanusiaan.

“Kini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence. Kita hidup di era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity—yang penuh perubahan cepat dan ketidakpastian. Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI,” tegas Menag.

Menurut Nasaruddin Umar, Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan perkembangan teknologi berjalan seiring dengan nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

“ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, sejuk, dan mencerahkan. Algoritma masa depan tidak boleh hampa dari nilai ketuhanan,” ujarnya.

Menag juga mengaitkan tantangan era digital dengan sejarah peradaban Islam, seperti kejayaan Baitul Hikmah yang pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia.

“Dulu agama menjadi sumber pencerahan dunia melalui literasi dan keilmuan. Semangat itu harus kita hidupkan kembali hari ini,” katanya.

Dalam konteks internal kelembagaan, Menag mengingatkan pentingnya transformasi ASN Kemenag menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan umat.

“Setiap ASN Kementerian Agama harus menjadi pribadi yang agile, terbuka pada inovasi, cepat melayani, serta mengedepankan empati dan integritas,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus memperkuat sinergi dan pengabdian.

“Dengan pondasi kerukunan, pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis dapat mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

-------------------------------------------------------------

Sumber : Biro HKP

Berita Terkait