Menuju PESPARAWI 2026, Dirjen Tegaskan Mutu dan Spiritualitas
Jumat, 27 Februari 2026, 20:41:00 WIB

Manokwari, (DBK) — Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung dan memastikan kesiapan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan materi Kebijakan Kementerian Agama terkait pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV pada hari kedua Rapat Koordinasi Nasional bersama Ditjen Bimas Kristen, Lembaga Pengembangan PESPARAWI Nasional (LPPN), Lembaga Pengembangan PESPARAWI Daerah (LPPD), Kepala Bidang/Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia, dan Panitia Pelaksana PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Jumat (27/02/2026).
Dalam paparannya, Dirjen menegaskan, PESPARAWI merupakan bagian integral dari pembinaan mental, spiritual, moral, dan etika umat Kristen, sekaligus wujud nyata partisipasi umat dalam pembangunan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“PESPARAWI adalah pesta iman, festival puji-pujian sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang diutamakan adalah peningkatan mutu paduan suara dan kualitas pelayanan musik gerejawi, bukan kompetisi yang saling menjatuhkan,” tegasnya.
Dirjen juga menjelaskan bahwa pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV yang semula direncanakan pada 2025 ditunda ke tahun 2026 sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran nasional.
“Penundaan ini bersifat administratif, bukan pembatalan. Justru menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, menyempurnakan roadmap, serta memastikan kesiapan teknis dan substansi kegiatan,” ujar Dirjen.
PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 mengusung tema: “Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu” (Mazmur 34:2a), dan subtema: “Puji-pujian membawa perdamaian dan persaudaraan di tanah Papua.”
Menurut Dirjen, PESPARAWI tidak hanya berdimensi liturgis, tetapi juga memiliki makna strategis dalam mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan bangsa di tengah kebhinekaan, serta menjadi media diplomasi budaya gerejawi.
Ia menegaskan bahwa prinsip penyelenggaraan harus akuntabel, transparan, profesional, efisien namun tetap berkualitas, dengan penguatan koordinasi pusat dan daerah serta standarisasi teknis pembinaan pra-event.
“Target kita adalah sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses pembinaan, dan sukses dampak spiritual maupun sosial. PESPARAWI harus menjadi wahana penguatan SDM Kristen, pembinaan generasi muda Kristen, berkontribusi nyata dalam penguatan moderasi beragama, dan menjadi media diplomasi budaya gerejawi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Harian Panitia PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 Yacob Fonataba, menyampaikan bahwa perhelatan PESPARAWI di Manokwari pada 18–28 Juni mendatang diperkirakan akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya antusiasme umat Kristen untuk ambil bagian dalam pesta iman berskala nasional ini.
Fonataba memastikan bahwa kesiapan teknis terus dimatangkan, termasuk dukungan transportasi,
akomodasi dan konsumsi bagi seluruh kontingen. “Akomodasi sudah disiapkan dan mencukupi untuk menampung para peserta. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan berjalan lancar dan nyaman,” ujarnya optimis.
Acara dilanjutkan dengan penarikan nomor urut tampil oleh para peserta. Suasana berlangsung penuh antusias dan semangat kebersamaan. Momen ini menjadi tanda kesiapan seluruh daerah untuk berpartisipasi dan menyukseskan PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026.
Diketahui, panitia telah menetapkan 12 kategori lomba yang akan diperebutkan dalam PESPARAWI Nasional XIV, yakni: Paduan Suara Anak, Solo Anak Usia 7–9 Tahun, Solo Anak Usia 10–13 Tahun, Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, Paduan Suara Remaja Pemuda, Vocal Group, Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, Musik Pop Gerejawi, dan Musik Gereja Nusantara.
Dengan semangat sportif, persaudaraan dan sukacita, seluruh peserta menyambut tahapan ini sebagai langkah awal menuju perhelatan puji-pujian nasional di Manokwari, Papua Barat. Setiap kategori tidak hanya menjadi ajang tampil terbaik, tetapi juga sarana pembinaan dan peningkatan talenta seni musik gerejawi di seluruh Indonesia.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
(Humas Ditjen Bimas Kristen)
Berita Terkait
- Pesparawi Nasional XIV: Ditjen Bimas Kristen Dorong Perayaan Iman yang Berdampak bagi Papua dan Indonesia
- Terima Audiensi GMS, Menag Dorong Penguatan Moderasi Beragama dan Kepemimpinan Generasi Muda
- Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan
- Panitia PESPARAWI Audiensi dengan Menteri Agama Bahas Dukungan Pemerintah untuk Sukseskan PESPARAWI Nasional XIV
- Ditjen Bimas Kristen Perkuat Tata Kelola PESPARAWI XIV 2026, Libatkan Inspektorat untuk Pastikan Pelaksanaan Bersih dan Akuntabel
Berita Terpopuler
Penerimaan Mahasiswa/i Baru IAKN Tarutung
Dibaca: 3843 kali
Seleksi Nasional PMB Tahun Akademik 2019/2020
Dibaca: 3603 kali
Menteri Agama Melantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenag
Dibaca: 1689 kali
Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Dibaca: 1637 kali