SELAMAT DATANG DI WEBSITE DITJEN BIMAS KRISTEN
UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Mengatur Lebih Dalam Tentang Keterbukaan Informasi dan Transparansi Penyelenggaraan Negara PDF Print
Written by Roynardo Tambunan   
Thursday, 16 August 2012 09:10

Cisarua, DBK-"Gerbong reformasi terus berjalan di negara kita, walau dirasa agak lamban namun melaju secara pasti ke arah tujuan yang dicita-citakan pendiri bangsa ini. Sebagaimana pepatah mengatakan "lebih baik lambat daripada tidak sama sekali". Salah satu yang perlu dibanggakan adalah diterbitkanya Undang Undang yang mewajibkan penyelenggara negara untuk lebih bersikap transparan kepada warganya, dimana diatur di dalamnya hak rakyat untuk mengetahui dan memperoleh informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dengan mengacu pada pasal 28F UUD 1945 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. Termasuk hak untuk mencari, memperoleh, memiliki dan menyimpan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang ada.

Selengkapnya...
 
Orientasi Penerapan PP No.39 Tahun 2006 Ditjen Bimas Kristen dan Jajarannya PDF Print
Written by Roynardo Tambunan   
Thursday, 16 August 2012 00:00

Bogor, DBK-Kegiatan Monitoring dan Evaluasi menurut PP No.39 Tahun 2006 merupakan salah satu kegiatan utama terhadap administrasi pemerintahan, yaitu pengendalian pelaksanaan terhadap rencana pembangunan. Perencanaan pembangunan dilingkungan Kementerian Agama membutuhkan penanganan data dan informasi lintas sektoral yang memiliki kemampuan sinkronisasi secara menyuluruh.

Selengkapnya...
 
Workshop Model-Model Pembelajaran Guru PAK Tingkat Dasar Dibuka Secara Resmi Oleh Dirjen PDF Print
Written by Roynardo Tambunan   
Wednesday, 08 August 2012 12:31

Bogor, DBK-Pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia dan menjadi kebutuhan manusia sepanjang hayat. Pendidikan sangat dibutuhkan sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang dan pendidikan membawa manusia kepada peradaban yang lebih baik. Demikian sekilas arahan dari Dirjen Bimas Kristen, Saur Hasugian saat menghadiri Kegiatan Workshop Tentang Model-Model Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) Tingkat Dasar di Hotel Karwika Cisarua, Bogor (02-04 Agustus 2012).

UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan PP No. 74 tahun 2008 tentang Guru mengamanatkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Selain itu guru, wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Selengkapnya...
 
Dirjen Buka Secara Resmi Orientasi Guru Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Bidang Studi Etika Kristen PDF Print
Written by Roynardo Tambunan   
Tuesday, 07 August 2012 15:30

Bogor, DBK-Ditjen Bimas Kristen melalui Subdit Pendidikan Menengah mengadakan kegiatan Orientasi Guru Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Bidang Studi Etika Kristen di Hotel Santo Djaya, tanggal 01 – 03 Agustus 2012.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dirjen Bimas Kristen, Saur Hasugian. Dalam arahannya Dirjen sangat berharap para guru SMTK seluruh Indonesia mengerti serta paham akan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 & PP No. 55 Tahun 2007 juga PMA No. 7 Tahun 2012 yang kesemuanya merupakan peraturan pelaksana dari UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan juga tugasnya sebagai guru yang merupakan roda penggerak peningkatan mutu pendidikan nasional.

Pendidikan keagamaan pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh dan untuk masyarakat. Pendidikan keagamaan berkembang akibat mata pelajaran pendidikan agama yang dirasa sudah menghadapi keterbatasan. Sebagian masyarakat mengatasinya dengan tambahan pendidikan agama di rumah, gereja atau perkumpulan-perkumpulan lainnya yang kemudian berkembang menjadi satuan atau program pendidikan keagamaan formal, non formal maupun informal.

Selengkapnya...
 
Kilas Balik Persiapan, Perjalanan dan Harapan Papua Barat Dalam PESPARAWI Nasional X Tahun 2012 PDF Print
Written by Roynardo Tambunan/LPPD Papua Barat   
Monday, 30 July 2012 22:43

Jakarta, DBK-PESPARAWI Nasional X Tahun 2012 di Kendari, menyisakan kebahagiaan yang teramat dalam bagi kontingen Papua Barat. Dengan berhasilnya Papua Barat meraih gelar Juara Umum PESPARAWI Nasional X, ini membawa kenangan tersendiri bagi kontingen Papua Barat. Perjuangan demi perjuangan selama persiapan menyosong PESPARAWI Nasional, begitu terasa panjang dan berat. Setiap prahara yang menghadang selalu dibawa mereka dalam doa kepada Tuhan.

Perjuangan mereka pantas kita tiru, karena baru dua kali Papua Barat mengikuti PESPARAWI Nasional, kontingen yang bermodalkan takut akan Tuhan ini berhasil keluar sebagai Juara Umum. Perjalanan panjang perjuangan mereka mempersiapkan diri menghadapi perhelatan akbar PESPARAWI Nasional X dimulai dari:

Selengkapnya...
 
Malam Penutupan PESPARAWI Nasional X Tahun 2012 PDF Print
Written by Roynardo Tambunan   
Tuesday, 10 July 2012 01:45

Kendari, DBK-Malam penutupan perhelatan akbar PESPARAWI Nasional X tahun 2012 (09/07/2012) berjalan dengan khidmat. Acara penutupan yang dimulai pukul 16.00 WITA di lapangan MTQ Kendari itu diawali dengan ibadah bersama seluruh umat Kristen yang ada di Sulawesi Tenggara dengan seluruh kontingen dari 33 provinsi dan aparat berserta semua panitia yang terlibat.

Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional di Kendari dinilai Dirjen Bimas Kristen selaku Ketua Umum LPPN Bapak Saur Hasugian berjalan dengan baik dan lancar. Lancarnya pelaksanaan PESPARAWI itu tak lepas dari dukungan masyarakat Sulawesi Tenggara, pemerintah Provinsi dan seluruh umat beragama serta aparat keamanan dari TNI-POLRI.

Dirjen Bimas Kristen dalam sambutannya berkata "Panitia PESPARAWI Nasional kali ini, 80% adalah kaum muslim dan sisanya beragama Kristen, Katolik, Buddha, Hindu bahkan Khonghucu." "Saya selaku Ketua Umum LPPN berterima kasih sekali kepada masyarakat dan pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara yang telah menunjukan kebhinekaannya. Apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Sulawesi Tenggara yang terus memonitor penyelenggaraan PESPARAWI Nasional kali ini. Juga PESPARAWI di Kendari merupakan cerminan wajah bangsa Indonesia, dan rasanya tidak salah jika saya mengatakan kota Kendari merupakan kota kerukunan umat beragama," lanjutnya.

Selengkapnya...
 
«StartPrev313233NextEnd»

Page 31 of 33
 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

RENUNGAN IMAN KITA

DOA MINTA TOLONG TERHADAP MUSUH

Mazmur 35:1-10

Oleh: Juntri Harahap (Penyiap Bahan Perijinan Kelembagaan Pendidikan Tinggi)

Mazmur dibagi menjadi 5 jilid. Mazmur ini adalah jilid I bagian yang terakhir karena Jilid I adalah Mazmur pasal 1-41. Mazmur 42 sampai 72 adalah jilid II dan seterusnya. Dan kita tahu bahwa Mazmur adalah lagu puji-pujian, tetapi isi Mazmur ini adalah berisi tentang puji-pujian dan juga tentang doa ada juga tentang ratapan. Dan ini juga merupakan bagian dari kitab puisi dan kebijaksanaan, dimulai dari Kitab Ayub sampai dengan Ratapan, maka kitab Mazmur ini ada di dalamnya. Jadi kalau kita memang membaca maka seperti puisi yang begitu indah bahasanya dan begitu dalam pengertiannya.

Mazmur 35 ini kita melihat bahwa Daud mengalami pergumulan yang berat, katakanlah suatu kesesakan. Suatu kesesakan yang dialaminya bukan karena kesalahannya. Karena kalau karena kesalahan kita, kita bisa terima. Tapi ini bukan karena kesalahannya. Bahkan kalau kita baca keseluruhan dari pasal 35 dan 36 dikatakan bahwa sebenarnya Daud sudah berbuat baik terhadap orang-orang yang mau mencelakakannya itu. Mungkin di dalam kehidupan kitapun sering terjadi seperti ini. Ada banyak orang yang menginginkan kecelakaan kita, ada orang yang tidak suka dengan hidup  kita. Bahkan menggagalkan rencana yang baik dalam hidup kitapun mungkin ada. Tapi karena kita adalah anak-anak Tuhan ada suatu tempat dimana kita bisa minta tolong. Daud tahu persis alamatnya kepada siapa dia harus minta tolong. Kalau dalam perkara ini dikatakan waktu itu ada orang banyak yang menggugat dia, gugatan-gugatan palsu sebenarnya, bukan gugatan yang benar, saksi-saksi palsu pada zaman itu. Di dalam kesesakan, di dalam kepedihan penderitaan yang dialami dia datang pada Tuhan dan memanjatkan doa ini.

Kalau kita merenungkan sebenarnya di dalam Perjanjian Baru Yesus mengajarkan kepada kita supaya kita tidak membalas yang jahat dengan yang jahat. Bahkan Yesus mengatakan kita harus berdoa memberkati musuh-musuh kita sekalipun. Tuhan Yesus juga mengalami hal ini, "Mereka membenci Aku tanpa masalah" katanya di Yohanes 15:25. Bahkan juga ada banyak hamba-hamba Tuhan yang juga mengalami. Ayub, Yusuf juga mengalami, bukan karena kesalahannya mereka disalahkan bahkan dihukum. Jadi intinya dari Firman Tuhan adalah kita akan tetap kuat bagaimanapun orang mempersalahkan kehidupan kita. Kita tahu kemana kita harus mengadu, yang utama kita datang kepada Tuhan. Kalau pengadilan yang ada pada zaman ini kita melihat sungguh-sungguh sangat tidak menyenangkan. Sebagai umat Tuhan saya percaya bahwa apapun yang kita alami saya yakin Tuhan mendengar. Mari kita datang pada Tuhan untuk menyampaikan segala perkara dan persoalan kita.

Tuhan memberkati kita sekalian. Amin

FORM REGISTRASI



SURVEI ANDA!

Menurut Anda Apakah Ditjen Bimas Kristen Sudah Menjalankan Tugas Dengan Bersih dan Melayani?